Rabu, 06 Maret 2013

Apam Polkadot *suka suka guweh

Pengen nyoba bikin karena kepincut liat tampilannya yg cantik, browsing sana sini nemulah Resep yg udah ditambah dan direka2 sendiri dengan nekat, yuk cekibrot...

Bahan:
-250 gr tepung terigu (aku pake segitiga)
-100 gr gula putih
-3 btr telur dingin yg baru kluar kulkas150cc susu dingin (aku pake ultra yg plain)
-1 sdt SP

-1 1/2 sdt BP

-toping coklat
(gak direkomendasikan pake ini, sbenere pake selai, tp krn dirumah adanya cm toping akhire nekat dipake dan bocor..)
-1 sdt pewarna merah

-1sdt pewarna biru

**untuk pewarna saksenenge**


Cara Buat :

1.campur tepung terigu dan BP ayak,sisihkan.
 

2.kocok gula putih dan telur sampek ngembang masukkin tepung terigu sedikit demi sedikit bergantian dengan susu cair aduk hingga rata.  

3.bagi adonan jd 3, kasi warna biru, merah, dan satunya gak sah dkasi warna  (taruh di plastik segitiga)

4.susun kertas cup diatas cetakkan kue kue talam,tuang adonan 1/2 cup isi dengan toping coklat tutup lagi dengan adonan hingga penuh ,beri motif bulat ato saksenengmu..

5.kukus kurleb 10/15 menit atau hingga matang..

tipsnya: supaya gak mekar, telor dan susu musti kondisi dingin, dingin dalam arti baru kluar kulkas.. adonan jangan kekentelan, klo kekentelan kasi susu lagi.semoga gambar bisa membantu yah.. jgn lupa berdoa dulu sebelum masak..


Selasa, 01 Januari 2013

Kenapa Hot Mama



Many women are mothers, but not all moms are hot mamas. Which are you?

any person can be a mother,
but it takes special person to be a mom
i might be ur superhotmom mas dipa... #walopun mungkin masih kw 1 yah??

Dua Tahun lalu ada yg nanya, "kenapa sih dipanggil Hot mama?"
Tak jawab ae "lha aku kan seneng masak, cedak2 kompor karo mejik kom, pasti hot lah.."

Gak gak gak gitu..  gak ada yg manggil hotmama, gak ada maksud apa2, buat lucu2an di komunitas onlen. apalah mamadipa ini... manusia biasa aja yg:
  • cantik? #yo mesti.. tanya dipa deh.. qqqq 
  • menarik? #dijamin.., kuat narik gerobak, ndorong troli belanjaan, hayok ah..
  • anggun? #ihiiir..., klo mw masak tuh, abis pasang clemek jalan anggun ke dapur.. pake sendal jepit
  • seksi? #full press body lah, diliat dari monas pake sedotan dan kacamata item
  • pinter? #yaelaaah..., kurang pinter pigimana, pelajaran sd aja aku nggehnya stelah smp
  • perhatian? #jelaaas.., toples gak rapet, lubang di ujung kaos kaki, tau dah guweh...
  • penyejuk mata #iyaaa... mamadipa selalu sedia ins*o tetes mata
  • penawar hati #ehm... kan hobi kepasar tuh, urusan nawar jagoooo.. 
  • setia? #ahahaha.. yg ini tutup muka, gak brani jawab. brondong cakep bertebaran sayang klo gak di sawang, hyaaa,,
yang lain2 masih buaaaanyak, takut yang baca keburu muntah karena eneg #sodorin kresek
yang jelas, pak bejo bilang mamadipa ini emang panas, batrenya full kalo ngomel, turn on teruuus..  
pesan moralnya apa sih jurnal ini? hubungane ama hotmama apa? gak ada.. sumpah gak ada,
sebage ibu, sebage istri, sebage perempuan kita tauk lah musti gimana, intinya bisa menempatkan diri, menempatkan diri sebagai ibu, sebagai istri dan sebagai perempuan, itu aja.. simple kok, meski pelaksanaannya gak sesimple ngetiknya.. 
rahasiane klo pengen bener2 jadi hotmama, meluk mejikkom.. dijamin hot.. #lempar ulekan

#being beautiful woman with something very special to offer the world, and don’t forget that you are One Hot Mama!


Singkong Mayo



ditata yg cantik krn mw dipoto, dipa bete nunggunya
Di rumah kan punya mayo tuh, mayo bikinan kemaren ituh.. (resep mayo bisa di klik disini) jadi sukak bikin2 makanan yg pakek mayo, takut selak basi, katanya mayo itu bs disimpen seminggu dalem kulkas, jadi sebelum seminggu musti abis. Kebetulan di warung nemu singkong, yo weslah beli sekilo, dibikin singkong goreng mayo ala mamadipa, klo browsing resep singkong mayo sih bukan ini, ini resep singkong mayo versi pemalas..

enak mas??

bahan:
-singkong (ya iyelah.. judule aja singkong mayo)
-air
-bawang putih dialusin, garem
carane:
-Singkong dikupas, di cuci, kasi air, bawang putih alus, garem, masukin ke panci presto, -presto lima menit. trus goreng dah..
-Penyajiannya, taruh singkong goreng tadi di piring, gabrukin mayo, kasi sedikit susu kental manis coklat,
-enak.. asli enak, ngirit sisan...



Simple Mayo

Sempet ngobrol ama om ganteng ttg resep mayonaise, sebelumnya mamadipa taunya bikin mayones dari kuning telor yg di campir olip oil, jeruk nipis, dll.. agak gimana juga gitu makan kuning telor mentah.. hyeek,, ndilalah kok browsang-brosing nemu resep cara bikin  mayonaise tanpa kuning telor mentah, resep ini dari mas rudi Choirudin, hyuuk mari di contek resepnya

wot yu nit :
*roti tawar, tanpa kulit
*margarin
*cuka/jeruk nipis
*susu kental manis

cara masak
rebus roti tawar dgn air secukupnya,campurkan margarin,angkat dan saring,kemudian blender sembari campur cuka/air jeruk secukupnya, kalok pengen lbh gurih dapat di campur susu kental manis secukupnya,
slamat mencoba

klo aq kmaren gini.
1. Roti tawar merk swiss 4 lembar
2. cabik2 rotinya rebus dengan segelas kcil air mpe mendidih (kira2 200ml)
3. biarin rotinya gen rodok adem. masukin blender (sama air2nya)trus tak kasi air jeruk nipis (1 jeruk ukuran sedeng, airnya dah tinggal dikit sih, udah agak lama di simpen di kulkas soale), 2 sendok makan susu kental manis putih plus seujung sendok teh garam.
4. blender liat sampe teksturnya menyatu en creamy kayak mayones gitu, cicipi, koreksi lagi klo blm sesuai selera. taraaaa.. selesai

#menurutku:
1. mayo ini lebih enak dari pada mayo beli dan yg dari kuning telor mentah, bauya lebih wanginya enak en sger 
2. rasanya gurih kecut2 sger. tapi lebih light
3. ngirit sih pastinya...

so, why brother buying things that we can make?

Jumat, 21 Desember 2012

Hari Ibu Salah Makna

Foto ini juga salah makna, pengen narsis aja..hee

Memaknai hari ibu tidaklah sulit, tetapi menjadi sulit ketika kita justru mengaburkan makna yang sesungguhnya  (Prof Dr Tri Marhaeni Pudji Astuti Mhum, Guru besar Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Unnes Semarang)

Di Indonesia, tiap bulan April dan Desember mendadak bertaburan kalimat kalimat mesra tentang perempuan, di pesbuk, twiter, media cetak, tipi, semua mendadak latah ngungkapin berjasa dan hebatnya perempuan (dan ironisnya Mamadipa juga termasuk salah satu diantara orang2 latah itu #tutup muka).  

Kalok harus menuliskan bagaimana kasih sayang ibu tercurah, mungkin perlu berjuta-juta kalimat  sampek tangan kemeng ngetiknya, mulut berbusa nyeritainnya, Itu sebabnya seluruh negara di dunia memiliki tanggal masing-masing untuk memperingati Hari Ibu. Hari Ibu mempunyai sejarah yang berbeda untuk setiap negara dan tanggal pelaksanaannya pun berbeda. Di Bangladesh, Hari Ibu diselenggarakan pada minggu kedua bulan Mei. Beberapa ibu diberi “Ratnagarwa Ma Award“ yang ditujukan untuk mengakui seorang ibu dan peran penting yang mereka mainkan di masyarakat Bangladesh. Di Inggris dan Irlandia, Hari Ibu disebut dengan istilah Mothering Sunday yang jatuh pada minggu ke empat bulan Lent, tepatnya 3 minggu sebelum hari Paskah. Negara Afrika mengadopsi konsep Hari Ibu dari tradisi orang-orang Inggris. Sedangkan untuk Indonesia sendiri, hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Misi sejati peringatan Hari Ibu di Indonesia adalah mengenang perjuangan kaum perempuan menuju kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Tahun 1959, Presiden Soekarno menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Tanggal 22 Desember dipilih untuk mengenang diselenggarakannya Kongres Perempuan pertama, 31 tahun sebelumnya, yakni tahun 1928 di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta. Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. 

Duluuuuuu….jaman perjuangan, tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, perempuan2 hebat juga sudah berjuang, sebut aja Tjoek Nyak Dien, Martha Christina Tiahahu, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, kiprah beliau dalam perjuangan bangsa ini memberi inspirasi terbentuknya organisasi perempuan yang kemudian beberapa kali mengadakan kongres hingga keluarlah dekrit dari presiden Soekarno bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional sampek sekarang. Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama memajukan bangsa, Dan yang lebih hebat, pemikiran dan aneka upaya penting itu terjadi jauh sebelum kemerdekaan negeri ini diraih dan jauh sebelum konsep-konsep adil jender dan feminisme berkembang di negeri kita tercintah ini. Kata "ibu"lah yang barangkali telah menyimpangkan pemaknaan hari ibu, karena digunakannya kata "ibu", bukan "perempuan". Padahal sebenernya kalok  ditilik dari apa yang dilakukan para pejuang saat itu, titik sentral yang digarap adalah kaum perempuan secara umum, bukan sebatas kaum ibu. 

Jadi, menilik sejarahnya mestinya bukan the state of being mother-nya yang diapresiasi, tetapi keperempuanan dan semangat juang mereka yang hebat. Pemakaianan kata ibu ini pulalah yang tampaknya telah membuat makna hari ibu terseret ke arah pemaknaan Mothers Day, yang lebih ditujukan untuk memberi puja-puji terhadap ke-ibu-an (motherhood) dan perannya sebagai emak yang telah melahirkan dan menyusui, sebagai pengasuh anak, sumber kasih sayang, pemandu urusan domestik, dan pendamping suami. Akhirnya yang terjadi malah salah kaprah, peringatan Hari Ibu terpolusi oleh Mothers Day yang diperingati di banyak negara, terutama negara2 bule sono. Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati dengan ada seremoni2 yang aneh2, lomba memasak bapak2, sepak bola pake daster, ngasi hadiah pada ibu, membebaskan ibu dari tugas domestic, bla..bla..bla. Jadi sebenernya hari ibu di Indonesia adalah sebuah peringatan tentang semangat dan perjuangan perempuan-perempuan Indonesia, apakah  ia seorang ibu, apakah ia seorang istri, ato  istri  yg belum menjadi ibu, istri yg tidak akan pernah menjadi ibu, ato bukan seorang istri, pokoknya perempuanlah; dalam  upaya mereka untuk berperan serta dalam perbaikan kualitas bangsa ini.

Emang gak ada yang salah dengan bertebarannya ucapan2 mesra pada para ibu dan seremoni2  aneh untuk memperingati hari ibu, tidak ada salahnya pula ngucapin terima kasih atas jasa dan jerih payah ibu. Tapi paling enggak kita musti tau apa yang kita peringati, gimana sejarahnya dan apa maknanya, dari kecil kita di jejali apalan kalo tgl 21 April hari Kartini, tanggal 2 Mei hari Pendidikan Nasional, tanggal 22 Desember hari ibu, tapi hanya sebatas hapalan aja tanpa tau makna dan sejarah diperingati hari2 itu. Terjadi  pergeseran makna yang gak disadari, seolah-olah hanya peran dan status ibu saja yang paling penting bagi seorang perempuan, bukan sebagai individu perempuan.  Trus bagaimana dengan perempuan-perempuan yang dalam hidupnya tidak berkesempatan untuk menjadi seorang Ibu, tidak melahirkan, tidak punya anak! Apakah kemudian nilai ke-perempuan-an mereka jadi berkurang? Kan yo enggak to??  Proteslah pada media yang merubah opini publik  yang mencitrakan bahwa Hari Ibu di Indonesia adalah sama dengan Mother’s Day di Negara bule itu.  Kayak  misalnya acara-acara di tipi2 selalu ada ucapan-ucapan terima kasih dalam berbagai bentuk dari seorang anak kepada ibu kandungnya.  
So, Mari kita kembalikan Hari Ibu ke tujuan awalnya yaitu menjadi Ibu bangsa yang ikut berperan mendidik generasi muda yang patriotis dan nasionalis, karena bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah dengan kepribadian generasi muda yang  nggak tau makna sebenarnya dari peringatan hari ibu, heheeee. #termasuk mamadipa ini
Let’s continue this noble job… Selamat Hari Ibu wahai perempuan-perempuan pintar Indonesia yang penuh kasih. Keberadaan kalian punya arti istimewa tersendiri. Mulai tahun ini Hari Ibu jadi hari kalian juga. Merdekaaa!!!!

*kalo udah tau sejarah dan maknanya, ceritain ama anak2 kita supaya mereka tau juga, supaya gak kayak mamadipa yg telat banget tau maknanya, kesian deh guweeh.. untung dipa gak se OOT emaknya... #elus dada

#katanya sayang ibu, ibu minta pulsa aja nggak dikasih.. huh!! ngambus... 
Brebes, 22 Desember 2012 - 00.08

Senin, 17 Desember 2012

Steak Tempe

motonya pake hp, tanggal tua pulak.. ckckck..
BAHAN :
Tempe
daging giling (aku pake kornet)
bawang putih digerus
seledri dicincangtelur
Garam secukupnya
Gula 
secukupnya
BAHAN SAUS :
Bawang Bombay cincang
tepung terigu
air matang (jangan keliru air kali)
merica (boleh hitam atau putih) gerus kasar
kecap manis (kemaren pake cap bango)
gula, garam secukupnya
  1. Hancurkan tempe dengan mesra, trus masukkan bahan-bahan seperti kornet, seledri cincang, bawang gerus, cabe rawit yang sudah dihancurkan, garam dan gula. Masukkan telur kocok hingga rata dan bahan menyatu.
  2. Setelah itu goreng dengan margarin, dibentuk pipih kayak steak. Goreng sampe kuning kecoklatan.
CARA MEMBUAT SAUS  :
Tumis bawang bombay dan tepung hingga harum. Masukkan kecap, saus tomat, gula dan lada gerus dan masukkan pula airnya.
aduk hingga rata dan mengental, sajikan pake sayuran rebus..
sebelum mam baca doa dulu yaaa..

seperti biasa resep mamadipa by filing takarannya, di kiro2 dewe yee....
makasih,,
sama-sama

Sabtu, 15 Desember 2012

Mie Kremes

 Gak boleh makan mie kremes bukan berarti gak bisa makan ki kremes. Amandel dipa kurang bersahabat dengan jajanan macem itu, kebetulan mak dipa pelit pulak, so mare kita bikin sendiri sadja

ngrebuse ojo keblenyek'en trus di tiriskan
Mie kremesnya: Pake mie telor (biasa pake merk atom bulan) di kremes njuk direbus bentaran aja (jgn smpe mblenyek), tiriskan trus digoreng sampe kemripik. Klo udah dikopyoki bumbu, 
goreng

bisa pake bumbu perasa yg beli ditoko (keju, bbq, jagung manis, balado, dll) bs bikin sendiri. Tentunya dengan alasan amandel dipa didukung dgn konsep keiritan dan sipat pelit mlekitik sudah bisa ditebak klo mak dipa pilih bikin sendiri. so bumbunya pake koya udang bisa di liat di postingan kepala udang di buang sayang